Pages

Sabtu, 15 November 2014

Kristenisasi Car Free Day Solo




SOLO - Telah kita ketahui bersama bahwa disekitar umat muslim, terutama di kota Solo banyak terjadi upaya permutadan yang dilakukan oleh orang-orang non-Islam sejak dulu. Mereka berusaha dengan berbagai macam cara untuk memurtadkan kaum muslimin dari agamanya. Mulai dari cara yang paling halus sampai yang terang-terangan, dari cara yang paling lembut sampai dengan cara yang paling kasar. Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berhati-hati dari makar dan tipu daya mereka serta dari upaya kristenisasi yang dilakukan di mana-mana.
Sejak lebih dari lima bulan yang lalu, apabila kita menyempatkan diri berkunjung ke Solo Car Free Day (CFD), maka dititik-titik tertentu akan kita jumpai beberapa orang berpakaian rapi sedang berdiri sambil berusaha membagikan selebaran berupa buletin sederhana kepada masyarakat. Sepintas bagi orang awam buletin tersebut lebih terlihat seperti buletin gaya hidup yang biasa diterbitkan oleh perusahaan – perusahaan fashion maupun kosmetik. Adapun background x-baner yang melatarbelakangi aktivitas  merekapun seolah mencerminkan produk mahasiswa jurusan design grafis yang sedang mengkampanyekan kreativitas mereka. Sehingga banyak orang akan dengan senang hati menghampiri mereka dan menerima beberapa buletin yang dibagikan.
“Tak kira tadi buletin biasa mas, tapi setelah saya terima dan  saya baca-baca ternyata kok isinya tentang ajaran agama Kristen, ya jadi langsung saya buang saja”, ungkap Iwan salah seorang pengunjung CFD yang sempat menerima buletin.
Berbeda dari Iwan, Jamal yang sebelumnya hanya terlihat berdiam diri di dekat aktivitas pembagian buletin tersebut, akhirnya memberanikan diri untuk menghampiri mereka dan menerima beberapa lembar buletin sambil bercakap-cakap kecil dengan para pembagi. Jamal mengatakan, bahwa sebenarnya ia sudah melakukan pengamatan sejak dua minggu sebelumnya. Menurutnya, ada sesuatu yang tak biasa dilakukan oleh sekelompok orang tersebut dengan aktivitas yang begitu terasa mencolok diantara aktivitas-aktivitas lainnya di Solo Car Free Day.
“Saya ini guru agama mas, setidaknya sudah dua minggu saya melakukan pengamatan terhadap aktivitas mereka. Sebelumnya mereka beraktivitas di sekitar hotel novotel, eh ternyata disini juga ada (disekitar THR Sriwedari.red).Ya untuk membuktikan keraguan, akhirnya saya nimbrung aja pura-pura ikut minta buletin. Dan dugaan saya benar mas, misionaris ternyata”, kata Jamal yang rutin beraktivitas di CFD.
Lebih lanjut, Jamal juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait aktivitas para misionaris tersebut.pasalnya mereka tidak hanya membagikan kepada orang-orang yang berpenampilan layaknya orang non-islam saja, tapi juga membagikannya kepada orang-orang yang jelas identitas keIslamannya.
“Kok yang diberi tidak hanya orang yang berpenampilan sexy, tapi orang-orang yang berjilbab juga jadi sasaran.Ini perlu kita waspadai bersama-sama mas.Apalagi anak jaman sekarang kan agak tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti ini”, ujar Jamal sebelum melanjutkan aktivitas olahraganya.
Dari hasil wawancara singkat dengan salah seorang anggota pembagi buletin, diketahui bahwa mereka adalah salah satu kelompok sekte dari agama Kristen yang menamakan diri sebagai “ Saksi-saksi Yehuwa”.  Aktivitas yang biasa mereka lakukan, selain pembagian buletin secara rutin di CFD juga menerima pelayanan konsultasi seputar permasalahan hidup bagi masyarakat baik secara langsung, lewat sms, email maupun telepon.Selanjutnya, diketahui pula bahwa Saksi-saksi Yehuwa telah memiliki relawan sebanyak kurang lebih 700 orang yang berada di Solo.
Ketika ditanya soal sasaran pembagian buletin, disampaikan bahwa Ia bersama anggota lainnya hanya berusaha menginformasikan kebaikan. Adapun bagi umat yang berkeyakinan lain, tentu ia mengharap toleransi apabila merasa tidak dihormati.
“Cukup sulit membedakan mana pengunjung yang seiman dengan kami. Tapi saya harap semuanya bisa saling toleransi karena apa yang kami sampaikan tidak hanya yang berkaitan dengan keyakinan kami, tapi juga informasi-informasi umum”, demikian pungkas Deni salah seorang relawan Saksi-Saksi Yehuwa.
Aktivitas yang dijalani oleh anggota Saksi-saksi Yehuwa di CFD bukanlah aktivitas yang dilakukan secara spontanitas. Namun aktivitas tersebut sudah dilakukan secara terorganisir . Oleh karenanya,perhatian umat Islam terhadap aktivitas ini perlu lebih ditingkatkan, agar kedepan umat Islam bisa lebih mengoreksi terhadap penjagaan umat dari usaha pemurtadan.

Sumber : Arrahmah.com
                  Muslimdaily.net

0 komentar:

Posting Komentar