SOLO
- Telah kita
ketahui bersama bahwa disekitar umat muslim, terutama di kota Solo banyak
terjadi upaya permutadan yang dilakukan oleh orang-orang non-Islam sejak dulu.
Mereka berusaha dengan berbagai macam cara untuk memurtadkan kaum muslimin dari
agamanya. Mulai dari cara yang paling halus sampai yang terang-terangan, dari
cara yang paling lembut sampai dengan cara yang paling kasar. Maka wajib bagi
kaum muslimin untuk berhati-hati dari makar dan tipu daya mereka serta dari
upaya kristenisasi yang dilakukan di mana-mana.
Sejak
lebih dari lima bulan yang lalu, apabila kita menyempatkan diri berkunjung ke Solo
Car Free Day (CFD), maka dititik-titik tertentu akan kita jumpai beberapa
orang berpakaian rapi sedang berdiri sambil berusaha membagikan selebaran
berupa buletin sederhana kepada masyarakat. Sepintas bagi orang awam buletin
tersebut lebih terlihat seperti buletin gaya hidup yang biasa diterbitkan oleh
perusahaan – perusahaan fashion maupun kosmetik. Adapun background x-baner
yang melatarbelakangi aktivitas merekapun seolah mencerminkan produk
mahasiswa jurusan design grafis yang sedang mengkampanyekan kreativitas
mereka. Sehingga banyak orang akan dengan senang hati menghampiri mereka dan
menerima beberapa buletin yang dibagikan.
“Tak
kira tadi buletin biasa mas, tapi setelah saya terima dan saya baca-baca
ternyata kok isinya tentang ajaran agama Kristen, ya jadi langsung saya buang
saja”, ungkap Iwan salah seorang pengunjung CFD yang sempat menerima buletin.
Berbeda
dari Iwan, Jamal yang sebelumnya hanya terlihat berdiam diri di dekat aktivitas
pembagian buletin tersebut, akhirnya memberanikan diri untuk menghampiri mereka
dan menerima beberapa lembar buletin sambil bercakap-cakap kecil dengan para
pembagi. Jamal mengatakan, bahwa sebenarnya ia sudah melakukan pengamatan sejak
dua minggu sebelumnya. Menurutnya, ada sesuatu yang tak biasa dilakukan oleh
sekelompok orang tersebut dengan aktivitas yang begitu terasa mencolok diantara
aktivitas-aktivitas lainnya di Solo Car Free Day.
“Saya
ini guru agama mas, setidaknya sudah dua minggu saya melakukan pengamatan
terhadap aktivitas mereka. Sebelumnya mereka beraktivitas di sekitar hotel
novotel, eh ternyata disini juga ada (disekitar THR Sriwedari.red).Ya
untuk membuktikan keraguan, akhirnya saya nimbrung aja pura-pura ikut minta
buletin. Dan dugaan saya benar mas, misionaris ternyata”, kata Jamal yang rutin
beraktivitas di CFD.
Lebih
lanjut, Jamal juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait aktivitas para
misionaris tersebut.pasalnya mereka tidak hanya membagikan kepada orang-orang
yang berpenampilan layaknya orang non-islam saja, tapi juga membagikannya
kepada orang-orang yang jelas identitas keIslamannya.
“Kok yang diberi tidak hanya orang yang berpenampilan sexy, tapi orang-orang yang berjilbab juga jadi sasaran.Ini perlu kita waspadai bersama-sama mas.Apalagi anak jaman sekarang kan agak tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti ini”, ujar Jamal sebelum melanjutkan aktivitas olahraganya.
“Kok yang diberi tidak hanya orang yang berpenampilan sexy, tapi orang-orang yang berjilbab juga jadi sasaran.Ini perlu kita waspadai bersama-sama mas.Apalagi anak jaman sekarang kan agak tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti ini”, ujar Jamal sebelum melanjutkan aktivitas olahraganya.
Dari
hasil wawancara singkat dengan salah seorang anggota pembagi buletin, diketahui
bahwa mereka adalah salah satu kelompok sekte dari agama Kristen yang menamakan
diri sebagai “ Saksi-saksi Yehuwa”. Aktivitas yang biasa mereka
lakukan, selain pembagian buletin secara rutin di CFD juga menerima pelayanan
konsultasi seputar permasalahan hidup bagi masyarakat baik secara langsung,
lewat sms, email maupun telepon.Selanjutnya, diketahui pula bahwa Saksi-saksi
Yehuwa telah memiliki relawan sebanyak kurang lebih 700 orang yang berada
di Solo.
Ketika
ditanya soal sasaran pembagian buletin, disampaikan bahwa Ia bersama anggota
lainnya hanya berusaha menginformasikan kebaikan. Adapun bagi umat yang
berkeyakinan lain, tentu ia mengharap toleransi apabila merasa tidak dihormati.
“Cukup
sulit membedakan mana pengunjung yang seiman dengan kami. Tapi saya harap
semuanya bisa saling toleransi karena apa yang kami sampaikan tidak hanya yang
berkaitan dengan keyakinan kami, tapi juga informasi-informasi umum”, demikian
pungkas Deni salah seorang relawan Saksi-Saksi Yehuwa.
Aktivitas
yang dijalani oleh anggota Saksi-saksi Yehuwa di CFD bukanlah aktivitas yang
dilakukan secara spontanitas. Namun aktivitas tersebut sudah dilakukan secara
terorganisir . Oleh karenanya,perhatian umat Islam terhadap aktivitas ini perlu
lebih ditingkatkan, agar kedepan umat Islam bisa lebih mengoreksi terhadap
penjagaan umat dari usaha pemurtadan.
Sumber
: Arrahmah.com


